RUP (The Rational Unified Process) - Tugas OOAD

  • Posted by Virgiawan Listanto
  • at 7:26 PM -
  • 0 comments


Hai, apa kabar para penggemar :D

jumpa lagi bersama saya dalam edisi ngumpul tugas OOAD dengan topik yang berbeda kali ini adalah RUP (The Rational Unified Process). Tugas kali ini masih ada hubungannya dengan postingan saya sebelumnya yaitu Analisis dan Desain Menggunakan Object Oriented. Oke, langsung saja kita bahas apa sebenarnya RUP itu. check it out!

1. Menurut Philippe Kruchten pada buku yang berjudul The Rational Unified Process: An Introduction , The Rational Unified Process (RUP) merupakan Proses Rekayasa Perangkat Lunak (Software Engineering Process). RUP menyediakan pendekatan disiplin untuk menetapkan tugas dan tanggung jawab dalam pengembangan organisasi. Tujuannya adalah untuk memastikan produksi perangkat lunak berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan pengguna dalam masalah prediksi dan anggaran. RUP juga merupakan kerangka proses yang dapat diadaptasi dan diperluas untuk memenuhi kebutuhan organisasi.

2. Menurut Per Kroll, Philippe Kruchten pada buku yang berjudul The Rational Unified Process Made Easy: A Practitioner's Guide to the RUP , RUP adalah pendekatan pengembangan perangkat lunak yang berulang, arsitektur-sentris, dan use case-driven. RUP adalah proses rekayasa perangkat lunak yang jelas dan terstruktur dengan baik. Jelas siapa yang bertanggung jawab, bagaimana hal tersebut dilakukan, dan kapan harus melakukannya. RUP juga menyediakan struktur yang didefinisikan dengan baik untuk lifecycle dari proyek RUP itu sendiri.

RUP merupakan process produk yang menyediakan kerangka proses yang dapat disesuaikan untuk rekayasa perangkat lunak. Produk RUP mendukung kustomisasi proses dan authoring, dan berbagai macam proses, atau konfigurasi proses.

3. Sedangkan menurut kamus besar Wikipedia, RUP merupakan singkatan dari Rational Unified Process, RUP adalah suatu kerangka kerja proses pengembangan perangkat lunak iteratif yang dibuat oleh Rational Software, suatu divisi dari IBM sejak 2003. RUP bukanlah suatu proses tunggal dengan aturan yang konkrit, melainkan suatu kerangka proses yang dapat diadaptasi dan dimaksudkan untuk disesuaikan oleh organisasi pengembang dan tim proyek perangkat lunak. RUP dimasukkan dalam produk IBM Rational Method Composer (RM C) yang memungkinkan untuk kustomisasi proses.

Dengan mengombinasikan pengalaman dari banyak perusahaan, dihasilkan enam praktik terbaik untuk rekayasa perangkat lunak modern:
  1. Pengembangan iteratif, dengan risiko sebagai pemicu iterasi primer
  2. Kelola persyaratan
  3. Terapkan arsitektur yang berbasis komponen
  4. Visualisasikan model perangkat lunak
  5. Secara kontinyu, verifikasi kualitas
  6. Kendalikan perubahan
(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/RUP)

Jadi kesimpulannya, RUP memiliki banyak sekali arti dari berbagai sumber. Namun, pada intinya RUP (The Rational Unified Process) merupakan suatu proses rekayasa perangkat lunak yang mencakup keseluruhan siklus hidup pengembangan perangkat lunak itu sendiri.

RUP juga menyediakan cara pendekatan untuk membagi tugas dan tanggung jawab kepada kelompok atau organisasi yang akan menangani pengembangan perangkat lunak. Tujuannya adalah untuk memastikan menghasilkan suatu software yang berkualitas tinggi dan sesuai dengan kebutuhan pengguna serta tepat dihasilkan pada jadwal dan biaya yang telah disepakati.

RUP didasarkan pada suatu arsitektur proses yang padat, dan itu mengizinkan suatu organisasi pengembangan perangkat lunak untuk mengatur sesuai dengan kebutuhannya.

Tahapan-tahapan yang dilakukan RUP antara lain yaitu: tahapan insepsi, elaborasi, konstruksi, transisi.

Insepsi
  1. Merupakan tahap awal dari proses Rational Unified Process
  2. Menentukan ruang lingkup objek
  3. Membuat business case
  4. Menjawab pertanyaan apakah yang dikerjakan dapat menciptakaan good business sense sehingga proyek dapat dijalankan

Elaborasi
  1. Merupakan tahapan kedua dalam perancangan perangkat lunak.
  2. Menganalisa risiko dan berbagai persyaratan.
  3. Menetapkan batasan-batasan pada perancangan perangkat lunak.

Konstruksi
  1. Tahap ketiga dalam pengimplementasian perancangan perangkat lunak.
  2. Melakukan sederatan iterasi.
  3. Pada setiap iterasi juga melibatkan proses-proses seperti analisa, desain, implementasi, coding.

Transisi
  1. Tahapan terakhir untuk instalasi, deployment, dan sosialisasi perangkat lunak.
  2. Melaksanakan apa yang sudah dimodelkan menjadi suatu produk jadi.
  3. Dalam tahap ini dilakukan fase seperti:
  4. Performance testing
  5. Membuat dokumentasi tambahan.
  6. Membuat peluncuran produk ke komunitas pengguna.

Manfaat RUP
  1. Menyediakan petunjuk untuk pengefesian pengembangan dari kualitas perangkat lunak.
  2. Mengurangi risiko
  3. Menangkap dan menghasilkan latihan terbaik
  4. Mempromosilkan kultur dan visi umum.
  5. Menyediakan roadmap untuk penggunakan tools bantuan.
  6. Memiliki kemampuan yang mengembangkan komponen-komponen yang dapat digunakan kembali untuk pengembangan aplikasi lainnya. [Falitate Raute]
  7. Mengatur dan mengontrol semua proses dalam setiap tahapan yang ada sehingga suatu pengembangan perangkat lunak yang kompleks dapat dilakukan dengan aman sesuai dengan harapan pengguna [Manage Complexity]
  8. Perubahan yang teralokasi dan masalah dapat dengan mudah terdeteksi sehingga biaya pemeliharaan dapat ditekan sekecil mungkin [Lower Maintenece cost].
  9. Tentunya menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas karena telah teruji

Referensi
1. Philippe Kruchten, The Rational Unified Process: An Introduction, Addison-Wesley Professional, May 2004, 75 Arlington Street, Suite 300. Boston, MA 02 1 16

2. Per Kroll, Philippe KruchtenThe Rational Unified Process Made Easy: A Practitioner's Guide to the RUP, Addison-Wesley Professional, July 2003, 75 Arlington Street, Suite 300. Boston, MA 02 1 16

3. Wikipedia, RUP, http://id.wikipedia.org/wiki/RUP

Oke cukup sekian dulu :D
semoga tulisan ini dapat dipahami dan diterima oleh masyarakat dan kawan-kawan tercinta.
Sekian dan terima kasih.

Share This Post

0 comments: